Sabtu, 21 Mei 2016

Anjuran pemupukan tanaman Melon [ cucumis melon ]

pH tanah berkisar anatara 5,5 – 6,5tanaman mulai berbunga pada umur 35-40 hari setelah tanam dan dipanen sekitar 65-75 hari setelah tanam [tergantung varietas].
Populasi tanaman per hektar : kurang lebih 15.000-17.000 tanaman [160x70 cm]
waktu aplikasi
jenis pupuk
dosis/tanaman
cara aplikasi
pupuk dasar
NPK mutiara 16-16-16
80 gram
tabur merata dibedengan sebelum tutup mulsa atau secara larikan jika tidak memakai mulsa
umur 1minggu setelah tanam
NPK mutiara 16-16-16
Hydrokarate plus
2 gram
2 gram
1 kg NPK mutiara 16-16-16+1 kg Hydrokarate plus boron dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk 500 tanaman, dicorkan sebanyak 200 ml larutan/tanaman
umur 2 minggu setelah tanam
NPK mutiara 16-16-16
Hydrokarate plus boron
4 gram
2 gram
2 kg NPK mutiara 16-16-16 + hydrokarate plus boron dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk 500 tanaman, dicorkan sebanyak 200 ml larutan/tanaman
umur 3 mingu setelah tanam
NPK mutiara 16-16-16
Hydrokarate plus boron
6 gram
2 gram
3 kg NPK mutiara 16-16-16 + 1 kg Hydrokarate plus boorn dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk 500 tanaman, dicorkan sebanyak 200 mili larutan/tanaman
umur 4 minggu setelah tanam
NPK Hydrocomplex *
Hydrokarate plus boron
8 gram
2 gram
4 kg NPK Hydrocomplex + 1 kg Hydrokarate plus boron dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk tanaman, dicorkan sebanyka 200 ml larutan/tanaman
umur 5 minggu setelah tanam
NPK Hydrocomplex *
Hydrokarate plus boron
8 gram
2 gram
4 kg NPK Hydrocomplex + 1 kg Hydrokarate plus boron dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk 500 tanaman, dicorkan sebanyak 200 ml larutan/tanaman
umur 6-8 minggu setelah tanam
NPK hydrocomplex*
hydrokarate plus boron
8 gram
2 gram
4 kg NPK Hydrocomplex + 1 kg Hydrokarate plus boron dilarutkan dalam 100 liter air, cukup untuk 500 tanaman, dicorkan sebanyak 200 ml larutan/tanaman
*NPK Hydrocomplex Grower 15-09-20(S)+TE atau NPK hydrocomplex partner 1-11-18(S)+TE
Kebutuhan pupuk per 1.000 tanaman Melon
jenis pupuk
jumlah kebutuhan
pupuk per 1.000 tanaman
NPK mutiara 16-16-16
92 kg
NPK Hydrocomplex Grower 15-09-20(S)+TE
atau
NPK Hydrocomplex 12-11-18(S)+TE
40 kg
Hydrokarate plus boron
16 kg

Catatan :
Dosis dan frekwensi pemberian dapat disesuaikan dengan tingkat kesuburan dan kondisi tanah, pertumbuhan tanaman serta varietas tanaman yang digunakan.
Perlu diberikan dolomite/kapur pertanian sebanyak 0,5-1 kg/m bedeng [bila pH tanah < 5] dan pupuk kandang/bahan organic sebanyak 1-2 kg/m bedeng
.


Pembesaran Buah Melon


Tahap yang paling menentukan agar tanaman  melon menghasilkan buah yang memuaskan adalah ketika tahap pemilihan buah. Jika dalam tahap ini terjadi kesalahan maka dapat diperkirakan buah yang akan dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan buah melon, antara lain:
1. Penentuan ruas untuk pembesaran buah
Batang tanaman melon terdiri dari bebera ruas, akan tetapi tidak semua ruas baik untuk dijadikan tempat pembesaran buah. Ruas yang bagus untuk pembesaran melon adalah ruas ke-7, 8, atau 9.
Jika kondisi lingkungan optimal dalam satu tanaman melon mampu dibuahka dua buah melon, akan tepi pada umumnya dalam satu tanaman hanya dibuahkan satu buah melon. Bila dalam satu tanaman ingin dibuahkan dua buah melon maka ruas yang dipilih berurutan, ruas ke-7 dan ke-8 atau ruas ke-8 dan ke-9 untuk pembesaran buah. Akan tetapi jika dalam satu tanaman ingin dibuahkan satu buah melon maka dari ketiga ruas yang ada di sisakan satu untuk pembesaran buah.
2. Pewiwilan
Pada tanaman melon banyak tunas lateral yang tumbuh pada ketiak-ketiak daun. Salah satu tujuan dilakukan pewiwilan agar menghentikan pertumbuhan vegetatif. Selain untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif pewiwilan dilakukan agar hasil fotosintat terfokus pada pembentukan buah.
Dalam pewiwilan perlu diperhatikan luka yang diakibatkan, karena bekas luka yang ditimbulkan menjadi lubang masuk penyakit. Untuk meminimalkan masuknya penyakit ke dalam tanaman sebaiknya pewiwilan dilakukan ketika ukuran tunas masih kecil. Jika pewiwilan menunggu ukuran tunas adventif besar maka luka yang ditimbulkan besar dan memperbesar kemungkinan masuknya penyakit melalui luka. Semua tunas lateral diwiwil kecuali yang terletak pada ruas ke-7,8 dan 9.
3. Buah final
Ketika tiga calon buah melon pada ruas ke-7,8, dan 9 terbentuk sebesar buah pingpong maka potonglah tunas yang memanjang pada ketiga ruas tersebut, akan tetapi sisakan satu bakal buah dengan dua helai daun di dekat tangkai buah. Kelak kedua helai daun ini berfungsi sebagai indikator kematangan melon. Selain dari perhitungan umur tanaman tingkat kematangan melon dapat dilihat dari kedua helai daun ini. Ketika daunnya mengering maka saat itulah melon sudah masak dan siap untuk dipanen.
Saat calon buah melon sebesar bola tenis maka potonglah bakal buah melon yang tidak sesuai harapan. Buah yang akan dibesarkan selayaknya memiliki penampilan yang menarik, bentuknya sempurna, tidak benjol, dan tidak ada luka pada buah.
4. Topping ruas ke-22
Manakala daun yang ada antara ruas ke-1 sampai ruas ke-21 dalam kondisi bagus maka lebih baik dilakukan topping/ pemotongan batang utama pada ruas ke-22. Hal ini dilakukan agar hasil fotosintat terfokus untuk pembentukan buah dan mempermudah perawatan.
5. pemupukan setelah seleksi
Setelah buah terseleksi untuk di besarkan pemupukan dengan pupuk semprot dan kocor / siram akan menentukan eberapa besar buah yang di inginkan selain tepat dalam jumlah dan dossis. Pupuk semprot pada fase ini dilakukan dengan interval 5 hari sekali sedang pengocoran di lakukan 10 hari sekali.
Pupuk yg di gunakan sebaiknya menggunakan pupuk yang sudah siap pakai seperti pupuk cair. Macamnya seperti pupuk pospat cair / agrophos ( yang sudah dalam bentuk h3po4) ,pupuk mikro ( primarin B ), dan pupuk calsium.
Pupuk pospat cair gunakan dosis 3 ml per liter air,pupuk mikro gunakan dosis 2-3 ml per liter air.















Pupuk kalsium gunakan dosis 5 gram per liter air dengan aplikasi tunggal tidak boleh di campur dengan pupuk lainnya. 
Pupuk kocor / siram dengan interval 10 hari pupuk yang di gunakan antara lain pupukkalium (zk ), Nitrogen ( za) dan npk mutiara . Dosis masing-masing pupuk per liter air ; zk 5 gr, za 5 gr,dan npk 10 gr. Dosis per lubang tanam 200 ml larutan jadi atau 1 gelas aqua.